Psychology – Psikologi

Archive for the ‘Educational Psychology’ Category

Motivasi Intrinsik dan Motivasi Ekstrinsik; Manakah yang Lebih Mendominasi Siswa-Siswi SMA ?

Wieny Delvonia (10-032)

Johan Wibawa (10-042)

Raja Maspin Winata (10-062)

PERENCANAAN


A. Pendahuluan

Pendidikan sangat penting bagi setiap manusia apalagi pada zaman sekarang. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang juga menuntut setiap manusia untuk tidak ketinggalan dengan fenomena-fenomena baru yang selalu muncul. Bagaikan teori evolusi yang dikemukakan oleh Charles Darwin, dimana makhluk hidup yang akan terus bertahan adalah makhluk hidup yang telah melewati seleksi alam, manusia yang tidak mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi akan semakin sulit untuk bersaing, bertahan hidup dalam lingkungan masyarakat, maupun dalam lingkungan kerja.

Prestasi di sekolah merupakan salah satu acuan yang digunakan oleh perusahaan dalam menilai kemampuan seseorang. Namun, tidak semua siswa memiliki prestasi yang baik. Kemampuan siswa dalam mengukir prestasi sangat dipengaruhi oleh keberadaan motivasi yang dimilikinya, baik motivasi intrinsik maupun ekstrinsik. (more…)

Manfaatkan Waktu Luang Anda dengan Efektif !

Sudahkah anda memanfaatkan waktu luang anda dengan efektif?Adabanyak sekali cara untuk menghabiskan waktu luang kita. Tidur siang, main game, baca komik, pergi jalan-jalan dengan teman, dan sebagainya. Tapi, apakah semua kegiatan-kegiatan kita dalam waktu luang kita itu sudah cukup efektif?

Itulah fungsi dari bimbingan konseling pengisian waktu luang yang ada di sekolah. Bimbingan konseling seperti itu bertujuan untuk membantu siswa dank lien-kliennya dalam :

  1. mengisi waktu luang dengan kegiatan yang konstruktif
  2. mengisi waktu luang di luar maupun di dalam jadwal sekolah
  3. menyusun rancangan dan rencana kegiatan
  4. mencapai keseimbangan antara kegiatan belajar dengan kegiatan waktu luang, dan keseimbangan kegiatan jasmani, mental maupun social.

Jadi, apabila anda memiliki masalah dalam menentukan kegiatan apa yang seharusnya Anda lakukan dalam waktu luang Anda, silakan berkonsultasi dengan bimbingan konseling yang ada di sekolah Anda. Dengan begitu, waktu luang Anda akan Anda manfaatkan dengan seefektif mungkin.

Daftar Pustaka :

Sukadji, S. (2000). Psikologi pendidikan dan psikologi sekolah. Depok: Lembaga Pengambangan Sarana Pengukuran dan Pendidikan Psikologi (LPSP3) Fakultas Psikologi Universitas Indonesia

Pentingnya Motivasi Belajar

Secara umum, motivasi merupakan tenaga dorong selama tahap-tahap belajar. Setiap pelajar, baik itu siswa maupun mahasiswa, sangat diharapkan memiliki motivasi semacam ini agar proses belajar-mengajar dapat berjalan dengan efektif. Motivasi belajar merupakan usaha yang mendorong seseorang untuk:

(more…)

Mau Menjadi Psikolog Sekolah ?

Apakah Anda berencana untuk menjadi seorang psikolog sekolah? Lalu, sudahkah Anda tahu ketrampilan apa sajakah yang hendak Anda miliki untuk menjadi seorang psikolog sekolah? Berikut adalah penjelasan singkatnya.

Psikolog sekolah merupakan seseorang yang menerapkan ilmu-ilmu psikologi ke dalam dunia sekolah. Seorang psikolog, biasanya telah menguasai dasar-dasar dan dinamika-dinamika kepribadian manusia (dalam hal ini, psikolog sekolah seharusnya telah menguasai dasar kepribadian murid-murid dan guru-guru). Akan tetapi, untuk menjadi seorang psikolog sekolah, ada pula ketrampilan-ketrampilan lain yang juga harus dikuasai selain menguasai dasar-dasar kepribadian.

Beberapa ketrampilan umum yang seharusnya dimiliki seorang psikolog sekolah adalah sebagai berikut :

  1. Menguasai dasar-dasar serta falsafah bimbingan dan konseling
  2. Mahir dan trampil dalam pengumpulan data dan interpretasinya (tes, wawancara, observasi, penggunaan inventori, dan sebagainya)
  3. Memahami teori dan dapat mempraktekkan konseling individual maupun kelompok
  4. Memahami teori perkembangan vokasional dan praktek atau penerapan bimbingan vokasional
  5. Mampu mempraktekkan etika profesi
  6. Mahir dalam statistic dan metode penelitian pendidikan
  7. Kaya akan informasi mengenai sistem pendidikan
  8. Trampil menangani kasus karena telah terlatih melalui magang atau program profesi dengan supervisi.

Jadi, bagaimana? Apakah Anda memenuhi semua criteria-kriteria yang disebutkan di atas? Semoga keinginan Anda untuk menjadi seorang psikolog sekolah dapat tercapai. God Bless … 🙂

Daftar Pustaka :

Sukadji, S. (2000). Psikologi pendidikan dan psikologi sekolah. Depok: Lembaga Pengambangan Sarana Pengukuran dan Pendidikan Psikologi (LPSP3) Fakultas Psikologi Universitas Indonesia

PSIKOLOG PENDIDIKAN dan PSIKOLOG SEKOLAH

Psikolog pendidikan adalah orang yang menerapkan ilmu-ilmu psikologi ke dalam dunia pendidikan. Sedang psikolog sekolah adalah orang yang menerapkan ilmu-ilmu psikologi pendidikan ke dalam dunia sekolah saja.

Tidak terdapat begitu banyak perbedaan yang signifikan antara psikolog pendidikan dengan psikolog sekolah, karena keduanya bergerak di dalam dunia belajar-mengajar dan memiliki satu tujuan yang sama, yakni untuk meningkatkan mutu atau kualitas pendidikan.

Teoris dan peneliti lebih diidentifikasi sebagai seorang psikolog pendidikan. Sementara praktisi di sekolah lebih diidentifikasi sebagai seorang psikolog sekolah. Jadi, seorang psikolog pendidikan tidaklah harus terlibat secara langsung ke dalam semua aktivitas sekolah, karena tugasnya hanya sekadar meneliti dan mengeluarkan sebuah teori. Sedangkan psikolog sekolah, mereka berkewajiban menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang menurutnya dapat mengembangkan potensi sekolahnya, ataupun menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang telah terbukti keampuhannya menurut hasil penelitian psikolog pendidikan.

Berbeda dengan psikolog sekolah, seorang psikolog pendidikan tidak hanya bergerak sebatas di dalam ruang lingkup sekolah. Psikolog pendidikan juga bisa bergerak di dalam ruang lingkup sekolah tinggi, depdiknas, dan sebagainya yang mempunyai hubungan dengan dunia pendidikan.

Daftar Pustaka :

http://www.today.co.id/read/2011/04/01/21786/psikolog_sekolah_bisa_gantikan_peran_guru_bk

http://pembelajaranguru.wordpress.com/2008/05/25/psikologi-pendidikan-sub-disiplin-ilmu-psikologi/

Bimbingan Konseling di Sekolah

Aku teringat kembali dengan sekolahku yang dulu, SMA Sutomo 1, ketika hendak membuat tulisan mengenai Bimbingan Konseling. Pada akhir-akhir semester, ketika sudah mau tamat dari sekolah tersebut, aku dan beberapa temanku menjadi lebih sering menemui guru konseling yang ada di sekolah tersebut (itu juga merupakan kunjungan yang pertama kalinya selama aku bersekolah di sana). Uji minta dan bakat, itulah bimbingan yang aku dan beberapa temanku pilih pada saat itu dengan tujuan untuk melihat kira-kira jurusan apakah yang paling cocok untuk kami pilih setelah lulus dari sekolah itu.

Pengertian dan Tujuan Bimbingan

Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan oleh seseorang kepada orang lain dalam membuat keputusan yang bijaksana dan penyesuaian diri, serta dalam memecahkan masalah kehidupan mereka. Tujuan dari bimbingan itu sendiri adalah mengembangkan potensi individu untuk mampu memecahkan masalah-masalahnya dan membuat penyesuaian diri terhadap kehidupannya, sejauh batas kemampuannya.

Psikolog Sekolah

Pelaksana bimbingan konseling di sekolah, biasanya merupakan seorang psikolog yang memang mendalami bidang tersebut, atau disebut juga sebagai psikolog sekolah. Adapun beberapa bidang-bidang yang harus dimiliki oleh seorang psikolog sekolah yang kompeten menurut Ysseldyke (1986) adalah sebagai berikut:

  1. Manajemen Kelas
  2. Komunikasi dan Konsultasi Antar Pribadi
  3. Ketrampilan Dasar Akademik dan Kehidupan
  4. Ketrampilan Afektif/Sosial
  5. Keterlibatan Orangtua
  6. Struktur dan Organisasi Kelas
  7. Pengembangan dan Perencanaan Sistem
  8. Pengembangan Ketrampilan Staf
  9. Perbedaan Individual dalam Perkembangan dan Belajar
  10. Hubungan sekolah dengan masyarakat
  11. Pengajaran
  12. Isu Etika dan Hukum
  13. Pengukuran dan Evaluasi
  14. Perhatian Mengenai Budaya yang Berbeda-beda
  15. Penelitian

Kembali pada ceritaku di atas, aku masih ingat siapa yang memberikan bimbingan padaku saat itu. Dan setelah aku tamat dari sekolah itu, aku kembali bertemu dengan guru konselingku itu di Fakultas Psikologi USU ini. Ternyata beliau dulunya adalah mahasiswa S1 psikologi di USU, dan sekarang sedang menjalani program S2 nya di fakultas psikologi USU juga. Namanya adalah Kak Mayke Della Friska Ginting. Terima Kasih Kak Mayke karena telah menjadi guru konselingku waktu aku SMA dulu. 🙂

Daftar Pustaka

Sukadji, S. (2000). Psikologi pendidikan dan psikologi sekolah. Depok: Lembaga Pengambangan Sarana Pengukuran dan Pendidikan Psikologi (LPSP3) Fakultas Psikologi Universitas Indonesia

http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/04/20/bimbingan-dan-konseling-di-sekolah/

http://pembelajaranguru.wordpress.com/2008/05/25/psikologi-pendidikan-sub-disiplin-ilmu-psikologi/

Protected: Khusus Mahasiswa Psikologi USU

This content is password protected. To view it please enter your password below: