Psychology – Psikologi

Comments on: "Ujian Akhir Semester T.A. 2011/2012 Semester Genap" (6)

  1. 1. Coba baca buku referensi halaman 103 paragraf kedua. Ada pernyataan bahwa ‘kekuatan paedagogi ilmiah adalah membuat pembelajaran semakin praktis dilihat dari prima konsep teoritis’. Silahkan beri argumentasi anda tentang hal di atas berkaitan dengan fenomena micro teacning yang anda lakukan.

  2. Pedagogi ilmiah, baik disadari maupun tidak, telah memegang peranan yang sangat penting dalam kegiatan belajar-mengajar. Pedagogi ilmiah memberi kita – sebagai pendidik – sebuah pedoman untuk melakukan proses mengajar yang efektif. Pedagogi ilmiah membuat proses belajar-mengajar semakin praktis dengan menekankan pada betapa pentingnya sebuah teori.

    Dalam microteaching kami yang bertemakan tentang Go Green, kami melihat betapa pentingnya peran pedagogi ilmiah di sana. Kami harus mempunyai teori-teori terlebih dahulu sebagai landasan berpikir, agar proses pengajaran kami menjadi lebih efektif. Kami menyadari bahwa kami tidak mungkin bisa mengajarkan pada peserta didik kami tentang cara mengelola barang bekas, apabila kami tidak mengetahui apa teori-teori yang bersangkutan. Meskipun begitu, kadang kami juga harus sedikit melakukan improvisasi untuk menyesuaikan proses pengajaran terhadap situasi lapangan, bukan terhadap teori-teori.

    • F. Dina A said:

      2. Berdasarkan uraian jawaban anda berikut; “Kami harus mempunyai teori-teori terlebih dahulu sebagai landasan berpikir, agar proses pengajaran kami menjadi lebih efektif. Kami menyadari bahwa kami tidak mungkin bisa mengajarkan pada peserta didik kami tentang cara mengelola barang bekas, apabila kami tidak mengetahui apa teori-teori yang bersangkutan. Meskipun begitu, kadang kami juga harus sedikit melakukan improvisasi untuk menyesuaikan proses pengajaran terhadap situasi lapangan, bukan terhadap teori-teori.”
      Coba jelaskan lebih detail teori yang dimaksud hingga pda fenomena improvisasinya.

  3. Teori-teori sebagai landasan berpikir yang dimaksud adalah teori-teori yang berhubungan dengan tema kami yakni ‘go green’. Misalnya: global warming, mencintai alam, penyebab-penyebab kerusakan lingkungan, teknik mengolah barang bekas. Tanpa landasan-landasan teori seperti ini, kemungkinan besar bahwa praktek microteaching kami tidak akan efektif.

    Sedangkan mengenai improvisasi, kami harus melakukannya untuk menyesuaikan proses pengajaran terhadap situasi lapangan. Misalnya, kami sama sekali tidak mempersiapkan teori-teori mengenai cita-cita di dalam microteaching kami. Tetapi karena melihat antusiasme peserta didik yang sangat besar mengenai topik tersebut, kami akhirnya berimprovisasi untuk mengangkat tema tersebut sebagai bagian dari microteaching dan mencoba mengait-ngaitkannya dengan tema utama kami, yakni ‘Go Green’.

    Bagaimanapun, semua ini tidak mungkin bisa berhasil tanpa adanya teori sebagai landasan. Improvisasi itu sendiri pun sesungguhnya menurut kami termasuk sebagai Teori yang sangat penting untuk diterapkan dalam berbagai aktivitas sehari-hari kita.

  4. 3. Sehubungan dengan jawaban pada soal nomor dua, coba anda jelaskan peran dari “guru memiliki tugas tambahan untuk mendorong, memfasilitasi dan merangsang munculnya proses, membantu meyakinkan bahwa hal itu berkembang dalam arah yang menarik dan produktif bagi siswa (halaman 121). Apakah hal tersebut terjadi pada anda saat menjalankan micro teaching? coba jelaskan.

  5. Dari salah satu improvisasi yang kami lakukan (mengangkat tema cita-cita yang sama sekali tidak kami persiapkan), terlihat bahwa di sini kami telah mencoba mendorong, memfasilitasi dan merangsang munculnya proses belajar. Peserta didik merasa terdorong dan terangsang untuk mengutarakan apa cita-cita mereka masing-masing, dan kami sebagai pendidik berusaha memfasilitasi antusiasme mereka dengan sedikit membahas mengenai cita-cita mereka.

    Bukan hanya itu, tugas-tugas tambahan seorang guru seperti yang tertulis pada halaman 121 tersebut juga dapat dilihat dari keseluruhan proses microteaching kami. Kami tidak hanya sekadar menyuruh peserta didik untuk mengolah botol minuman bekas menjadi sebuah celengan, tetapi kami juga berusaha mendorong dan merangsang mereka dengan cara menceritakan tentang manfaat Go Green dan akibat-akibat yang mungkin terjadi apabila tidak Go Green. Dengan begini, diharapkan dapat tumbuh motivasi di dalam diri setiap siswa untuk mau belajar. Sehingga setelah semua siswa sudah antusias, kami sebagai pendidik pun segera Memfasilitasi proses belajar tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: