Psychology – Psikologi

Wieny Delvonia (10-032)

Johan Wibawa (10-042)

Pada pendekatan learner-centered, instruksi dan perencanaan berfokus pada siswa,bukan guru. Menurut prinsip learner -centered ini, pendidikan akan lebih baik jika fokus utamanya adalah orang yang belajar.
Strategi Instruksional Learner-centered :
1. Pembelajaran berbasis Problem; Membiarkan murid mencari cara pemecahan masalah yang muncul dalam kehidupan sehari-hari
2. Pertanyaan Esensial; Memberi pertanyaan yang membawa inti dari kurikulum kepada murid
3. Pembelajaran Penemuan; Membiarkan murid menemukan pemahaman sendiri

Pendekatan learner-centered terbukti telah memberikan banyak pengaruh positif pada murid, beberapa diantaranya : percaya diri, kreatif, aktif, mampu memotivasi diri sendiri, mampu bekerjasama secara efektif dalam kelompok, mampu mengontrol emosi. Namun, tetap saja memiliki kelemahan. Pendekatan learner-centered dinilai kurang memperhatikan kandungan akademiknya, kurang efektif di level pengajaran awal suatu pelajaran karena murid akan bingung tentang apa yang harus mereka pelajari. Oleh karena itu, kebanyakan guru memilih untuk menerapkan kombinasi dari kedua pendekatan tersebut.

Hubungan antara Learner-Centered dengan website Dikti

Menurut kami (Johan Wibawa dan Wieny Delvonia), dengan adanya website seperti itu yang disediakan oleh Dikti, mahasiswa dituntut untuk aktif dan mandiri dalam mendapatkan berbagai informasi yang mereka inginkan dalam konteks pendidikan. Mahasiswa dituntuk untuk mencari tahu sendiri apa saja yang disediakan website tersebut, tanpa campur tangan orang lain sebagai pengajar. Dengan begitu banyaknya link yang terdapat di dalam website tersebut, juga tidaklah mungkin untuk dibahas satu per satu oleh sang pengajar (dosen). Karena apabila dibahas semuanya, hal itu pasti akan sangat boros waktu. Oleh karena itu, mahasiswa dituntut untuk belajar secara aktif dan mandiri.
Apabila ada yang tidak dimengerti oleh sang murid, murid yang bersangkutan tersebut juga secara tidak langsung dituntut untuk aktif bertanya kepada siapapun orang yang menurutnya dapat menjawab pertanyaannya, misalnya bertanya kepada orang tua, saudara, teman, ataupun guru/dosennya…
Kelebihan/keuntungan yang bisa didapat dari proses belajar learner-centered, khususnya proses belajar yang sudah melibatkan internet, informasi terbaru bisa didapatkan dengan lebih cepat dan sumbernya banyak. Kelebihan lainnya, dengan sering terlibat dalam diskusi, murid menjadi percaya diri, aktif, dan mampu berpikir kritis karena ia berpartisipasi dalam berbagi pendapat, bertanya, dan memikirkan solusi bersama-sama.
Dan kekurangannya, karena sang murid belajarnya sendiri dan tanpa ada jadwal yang pasti, sang murid bisa saja mengulur-ulur waktu (menunda-nunda pembelajaran) dan akhirnya sang murid menjadi pemalas.
Saran dari kami mengenai proses Learner-Centered ini, akan lebih baik apabila di dalam setiap proses pembelajaran seperti ini juga disertakan sebuah sesi diskusi yang memungkinkan antara murid yang satu untuk mendiskusikan pemahamannya dengan murid yang lain ataupun langsung dengan gurunya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: