Psychology – Psikologi

Peranan TIK dalam Pendidikan

Teknologi Informasi dan Komunikasi, atau yang biasa disingkat dengan sebutan TIK, semakin memegang peranan yang sangat penting pada masa sekarang ini. Penerapannya di sekolah-sekolah Indonesia semakin populer sejak diberlakukannya Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

Bukan sebatas sekolah-sekolah saja TIK itu diterapkan, melainkan juga di universitas-universitas, dan tempat-tempat belajar lainnya yang memiliki hubungan dengan yang namanya Pendidikan. Berikut akan disebutkan beberapa peranan TIK dalam dunia pendidikan menurut DR. Munir, M.IT. :

TIK sebagai Keterampilan (Skill) dan Kompetensi

  1. Setiap pemangku kepentingan harus memiliki kompetensi dan keahlian menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk pendidikan.
  2. Informasi merupakan “bahan mentah” dari pengetahuan yang harus diolah melalui proses pembelajaran.
  3. Membagi pengetahuan antar satu peserta didik dengan yang lainnya bersifat mutlak dan tidak berkesudahan.
  4. Belajar mengenai bagaimana cara belajar yang efektif dan efisien bagi pengajar, peserta didik, dan stakeholder.
  5. Belajar adalah prose seumur hidup yang berlaku bagi setiap individu atau manusia.

TIK sebagai Infrastruktur Pembelajaran

  1. Saat ini, bahan ajar banyak disimpan dalam format digital dengan model yang beragam seperti multimedia.
  2. Peserta didik – infrastruktur dan peserta didik – secara aktif bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya.
  3. Proses pembelajaran seharusnya dapat dilakukan di mana dan kapan saja.
  4. Perbedaan letak geografi seharusnya tidak menjadi batasan pembelajaran.
  5. “The network is the school” akan menjadi fenomena baru di dalam dunia pendidikan.

TIK sebagai Sumber Bahan Belajar

  1. Ilmu pengetahuan berkembang sedemikian cepatnya.
  2. Pengajar-pengajar yang hebat tersebar di berbagai belahan dunia.
  3. Buku-buku, bahan ajar, dan referensi diperbaharui secara kontinu.
  4. Inovasi memerlukan kerja sama pemikiran.
  5. Tanpa teknologi, proses pembelajaran yang “up to date” membutuhkan waktu yang lama.

TIK sebagai Alat Bantu dan Fasilitas Pembelajaran

  1. Penyampaian pengetahuan seharusnya mempertimbangkan konteks dunia nyatanya.
  2. Memberikan ilustrasi berbagai fenomena ilmu pengetahuan untuk mempercepat penyerapan bahan ajar.
  3. Pelajar diharapkan melakukan eksplorasi terhadap pengetahuannya secara lebih bebas dan mandiri.
  4. Akuisisi pengetahuan berasal dari interaksi antar peserta didik dan pengajar.
  5. Rasio antara pengajar dan peserta didik proses pemberian fasilitas.

TIK sebagai Pendukung Manajemen Pembelajaran

  1. Setiap individu memerlukan dukungan pembelajaran tanpa henti setiap harinya.
  2. Transaksi dan interaksi interaktif antar-stakeholder memerlukan pengelolaan back-office yang kuat.
  3. Kualitas pelayanan pada pengelolaan administrasi pendidikan seharusnya ditingkatkan secara bertahap.
  4. Orang merupakan sumber daya yang sangat bernilai sekaligus terbatas dalam institusi.
  5. Munculnya keberadaan sistem pendidikan inter-organisasi.

TIK sebagai Sistem Pendukung Keputusan

  1. Setiap individu memiliki karakteristik dan bakat masing-masing dalam pembelajaran.
  2. Pengajar seharusnya meningkatkan kompetensi dan keterampilan pada berbagai bidang ilmu.
  3. Sumber daya terbatas, pengelolaan yang efektif seharusnya dilakukan.
  4. Institusi seharusnya tumbuh dari waktu ke waktu dalam hal jangkauan dan kualitas.

Daftar Pustaka:

Munir. (2008). Kurikulum berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Bandung: Alfabeta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: