Psychology – Psikologi

Mana yang lebih Anda pilih?

  1. Seorang guru matematika yang mampu berhitung perkalian-perkalian rumit di luar kepala dan bisa menyelesaikan soal-soal matematika yang luar biasa sulit tanpa menggunakan kalkulator, tapi tidak mampu membuat murid-muridnya mengerti apa yang sedang diajarkannya, atau
  2. Seorang guru matematika yang mampu mengerjakan soal-soal yang sederhana dan masih menggunakan alat-alat bantu hitung tetapi murid-muridnya dapat mengerti dan merasa tertarik dengan bahan pelajarannya.

Saya yakin mayoritas orang atau bahkan 100% semua orang akan memilih pilihan nomor 2. Itu menunjukkan bahwa memang untuk menjadi seorang guru yang efektif, tidak akan cukup bila sang guru hanya menguasai materi pelajarannya saja.

Psikologi pendidikan adalah cabang ilmu psikologi yang mengkhususkan diri pada cara memahami pengajaran dan pembelajaran dalam lingkungan pendidikan. Salah satu hal yang menjadi perhatian psikologi pendidikan adalah mengenai bagaimana cara-cara mengajar yang efektif.

Menguasai materi pelajaran memang merupakan poin penting dalam sebuah pengajaran yang efektif. Namun masih ada banyak hal lain yang perlu diperhatikan juga selain penguasaan materi yang diajarkan tersebut. Di dalam bukunya J.W. Santrock disebutkan bahwa terdapat dua hal utama dalam menerapkan cara mengajar yang efektif, yakni:

  1. Pengetahuan dan Keahlian Profesional, dan
  2. Komitmen dan Motivasi.

Penguasaan materi pelajaran hanyalah salah satu poin yang terdapat di dalam bagian Pengetahuan dan Keahlian Profesional. Sedangkan poin-poin lain yang tidak kalah pentingnya meliputi:

1.       Strategi Pengajaran

Dalam strategi pengajaran dikenal adanya istilah Kontruktivisme, dimana seorang guru tidak hanya sekadar memberi informasi kepada murid-muridnya, tetapi juga guru harus mampu mendorong anak didiknya untuk bereksplorasi dalam dunia mereka masing-masing, menemukan pengetahuan, merenung, dan berpikir kritis.

2.       Penetapan Tujuan dan Keahlian Perencanaan Instruksional

Seorang guru yang mengajar dengan efektif tidak hanya sekadar berdiri di depan kelas dan menyampaikan materi pelajaran. Mereka juga harus tahu apa tujuan dari pembelajaran tersebut, dan merancang serangkaian perencanaan untuk mencapai tujuan tersebut.

3.       Keahlian Manajemen Kelas

Suasa kelas yang tidak kondusif akan mengganggu sistem pengajaran dan pembelajaran yang efektif. Oleh karena itu, diperlukan sebuah manajemen kelas untuk menciptkan suasana tersebut sekaligus membuat agar kelas tetap aktif bersama.

4.       Keahlian Motivasional

Tidak semua murid menyukai pelajaran matematika. Tidak semua murid menyukai pelajaran kimia. Tidak semua murid menyukai pelajaran ekonomi, dan sebagainya. Di sinilah peran guru sebagai seorang motivator sangat diperlukan. Murid tidak harus dimotivasi sampai dia menjadi menyukai pelajaran yang tidak disukainya itu, tetapi minimal murid dapat dimotivasi untuk sekadar mau mempelajari pelajaran tersebut.

5.       Keahlian Komunikasi

Alasan seorang murid tidak menyukai sebuah pelajaran juga sangat bergantung pada guru bidang studi yang bersangkutan. Para murid akan lebih menyukai guru yang mampu menyampaikan pelajaran dengan baik dan mempunyai keahlian komunikasi yang mampu menunjukkan bahwa pelajaran yang sedang dibawakannya itu adalah sesuatu yang menarik untuk dipelajari, daripada guru yang mampu menjelaskan pelajaran tetapi hanya guru tersebut yang mengerti apa yang sedang diajarkannya itu.

6.       Bekerja secara Efektif dengan Murid dari Latar Belakang Kultural yang Berbeda

Berbeda latar belakang kebudayaan, ternyata berbeda juga cara pengajaran yang harus diterapkan. Seorang guru yang efektif juga harus memperhatikan aspek yang satu ini agar dapat terjalin hubungan yang positif antara murid dengan sang guru.

7.       Keahlian Teknologi

Di era yang serba digital sekarang ini, keahlian di bidang teknologi sudah seharusnya dikuasai oleh semua guru di dunia. Dengan menguasai teknologi, tentu pelajaran yang sedang diajarkan dapat dibawa dengan lebih menarik. Misalnya dengan menunjukkan animasi-animasi gambar bergerak melalui proyektor untuk menjelaskan proses fotosintesis, itu akan terlihat lebih menarik daripada bila pengajaran diajarkan hanya dengan menggambar-gambar ilustrasi di papan tulis. Contoh sederhana lainnya adalah mengenai penggunaan internet sebagai sarana belajar tambahan, karena mengingat banyak sekali informasi-informasi dan pelajaran-pelajaran yang bisa diakses dengan gratis dari dunia di luar sana.

Kembali pada pertanyaan semula, jadi apakah seorang guru, baik itu adalah guru matematika atau guru apapun, cukupkah bila ia hanya menguasai materi pelajarannya saja? Anda dapat menjawabnya sendiri.🙂

“Mengajar, adalah sebuah SENI”

 

Daftar Pustaka:

Santrock, John W. 2007 . Psikologi Pendidikan Edisi Kedua. Jakarta : Prenada Media Group.

Suggested Articles:

Tips Mengajar Efektif

Kegiatan Belajar Mengajar yang Efektif dan Efisien

Comments on: "Guru Matematika. Cukupkah Menguasai Kemampuan Berhitung saja?" (2)

  1. luar biasa Johan….:)

    adakah pengalaman yang mengesankan seperti uraianmu di atas?

    responnya di posting ya.

    take care

  2. Oke, Bu…
    Sudah saya post ke blog ini responnya…🙂
    Makasih ya, Bu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: