Psychology – Psikologi

Archive for February, 2011

Perubahan Developmental anak-anak terhadap Matematika

Beda tingkatan, beda pula standard an prinsip dasar dalam mengajari pelajaran matematika. National Council of Teachers of Mathematics (NTCM, 2000) mendeskripsikan prinsip-prinsip dasar beserta standarnya untuk masing-masing tingkatan yang berbeda seperti yang tertulis di bawah ini:

(more…)

BAWIJO

Anda mungkin sedang bertanya-tanya, “apa sich BAWIJO itu?!” kelihatannya kata tersebut memang masih asing di mata/telinga/hidung/kulit/lidah kita. Tapi tidak apa-apa, karena yang akan kita bahas di sini bukan mengenai apa itu BAWIJO. Kita akan lebih membahas tentang betapa Luar Biasanya kemampuan Otak kita. Nah lho, memangnya apa hubungannya judul postingan ini dengan kemampuan Otak kita?! Temukan sendiri jawabannya di sini.hehehe…

(more…)

TESTIMONI film Upin dan Ipin

Film Upin&Ipin memang sangat mendidik, khususnya bagi anak-anak penggemar film kartun. Film tersebut bagi anak-anak mungkin hanya akan dianggap sebagai hiburan semata, namun secara tidak langsung film tersebut berisi banyak sekali pembelajaran-pembelajaran yang dapat ditiru oleh mereka. Misalnya, anak-anak menjadi bisa lebih menghargai kehidupan orang-orang yang tinggal di perkampungan, bisa lebih memperkuat sikap saling tolong-menolong antar sesama, menjadi anak yang lebih taat beragama, menjunjung tinggi sopan-santun, dan lain sebagainya.

Bukan bagi anak-anak saja, film tersebut juga sebenarnya bisa menjadi bahan pembelajaran bagi orang-orang yang sudah dewasa sekalipun. Dari film ‘behind the scene’ yang menampilkan proses-proses pembuatan film tersebut saja, kita bisa mendapatkan sebuah pembelajaran bahwa untuk menghasilkan sebuah karya, tidaklah bisa dilakukan dengan instant. Semuanya membutuhkan proses. Dalam film ‘behind the scene’ itu disebutkan bahwa untuk memproduksi sebuah film upin&ipin yang berdurasi 90 menit tersebut, dibutuhkan waktu yang cukup panjang yakni Dua Setengah Tahun!

Dari film ini juga kita dapat menarik sebuah kesimpulan bahwa, proses pembelajaran itu tidaklah terbatas hanya pada pemberian materi di dalam kelas saja. Melalui media-media dan teknologi-teknologi yang sudah ada sekarang ini, misalnya melalui film Upin&Ipin itu saja, kita juga mengalami proses pembelajaran yang mungkin malah lebih menarik daripada sekadar pemberian materi di dalam kelas. Setuju? 🙂

 

*tulisan ini dibuat untuk memenuhi tugas Pertemuan ke-4 dari Dosen Psikologi Pendidikan*

Peranan TIK dalam Pendidikan

Teknologi Informasi dan Komunikasi, atau yang biasa disingkat dengan sebutan TIK, semakin memegang peranan yang sangat penting pada masa sekarang ini. Penerapannya di sekolah-sekolah Indonesia semakin populer sejak diberlakukannya Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

Bukan sebatas sekolah-sekolah saja TIK itu diterapkan, melainkan juga di universitas-universitas, dan tempat-tempat belajar lainnya yang memiliki hubungan dengan yang namanya Pendidikan. Berikut akan disebutkan beberapa peranan TIK dalam dunia pendidikan menurut DR. Munir, M.IT. :

TIK sebagai Keterampilan (Skill) dan Kompetensi

  1. Setiap pemangku kepentingan harus memiliki kompetensi dan keahlian menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk pendidikan.
  2. Informasi merupakan “bahan mentah” dari pengetahuan yang harus diolah melalui proses pembelajaran.
  3. Membagi pengetahuan antar satu peserta didik dengan yang lainnya bersifat mutlak dan tidak berkesudahan.
  4. Belajar mengenai bagaimana cara belajar yang efektif dan efisien bagi pengajar, peserta didik, dan stakeholder.
  5. Belajar adalah prose seumur hidup yang berlaku bagi setiap individu atau manusia.

TIK sebagai Infrastruktur Pembelajaran

  1. Saat ini, bahan ajar banyak disimpan dalam format digital dengan model yang beragam seperti multimedia.
  2. Peserta didik – infrastruktur dan peserta didik – secara aktif bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya.
  3. Proses pembelajaran seharusnya dapat dilakukan di mana dan kapan saja.
  4. Perbedaan letak geografi seharusnya tidak menjadi batasan pembelajaran.
  5. “The network is the school” akan menjadi fenomena baru di dalam dunia pendidikan.

TIK sebagai Sumber Bahan Belajar

  1. Ilmu pengetahuan berkembang sedemikian cepatnya.
  2. Pengajar-pengajar yang hebat tersebar di berbagai belahan dunia.
  3. Buku-buku, bahan ajar, dan referensi diperbaharui secara kontinu.
  4. Inovasi memerlukan kerja sama pemikiran.
  5. Tanpa teknologi, proses pembelajaran yang “up to date” membutuhkan waktu yang lama.

TIK sebagai Alat Bantu dan Fasilitas Pembelajaran

  1. Penyampaian pengetahuan seharusnya mempertimbangkan konteks dunia nyatanya.
  2. Memberikan ilustrasi berbagai fenomena ilmu pengetahuan untuk mempercepat penyerapan bahan ajar.
  3. Pelajar diharapkan melakukan eksplorasi terhadap pengetahuannya secara lebih bebas dan mandiri.
  4. Akuisisi pengetahuan berasal dari interaksi antar peserta didik dan pengajar.
  5. Rasio antara pengajar dan peserta didik proses pemberian fasilitas.

TIK sebagai Pendukung Manajemen Pembelajaran

  1. Setiap individu memerlukan dukungan pembelajaran tanpa henti setiap harinya.
  2. Transaksi dan interaksi interaktif antar-stakeholder memerlukan pengelolaan back-office yang kuat.
  3. Kualitas pelayanan pada pengelolaan administrasi pendidikan seharusnya ditingkatkan secara bertahap.
  4. Orang merupakan sumber daya yang sangat bernilai sekaligus terbatas dalam institusi.
  5. Munculnya keberadaan sistem pendidikan inter-organisasi.

TIK sebagai Sistem Pendukung Keputusan

  1. Setiap individu memiliki karakteristik dan bakat masing-masing dalam pembelajaran.
  2. Pengajar seharusnya meningkatkan kompetensi dan keterampilan pada berbagai bidang ilmu.
  3. Sumber daya terbatas, pengelolaan yang efektif seharusnya dilakukan.
  4. Institusi seharusnya tumbuh dari waktu ke waktu dalam hal jangkauan dan kualitas.

Daftar Pustaka:

Munir. (2008). Kurikulum berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Bandung: Alfabeta

Peranan e-mail dan blog dalam Dunia Pendidikan

Wieny Delvonia (10-032)

Johan Wibawa (10-042)

Raja Maspin Winata (10-062)

Sebagai mahasiswa di era yang serba digital sekarang ini, dimana segala macam informasi yang kita butuhkan dapat kita dapatkan hanya dalam waktu yang singkat, sudah seharusnyalah setiap mahasiswa itu memiliki akun e-mail untuk mendukung proses pembelajaran. Bukan hanya mahasiswa saja tentunya, seperti (more…)

Hari Gini Gak Tahu Internet?! Apa Kata Dunia…!!!

Seiring berkembangnya zaman, perkembangan teknologi juga mengalami kemajuan yang sangat pesat. Misalnya saja dalam teknologi komunikasi. Mulai dari penggunaan kantor pos sebagai sarana komunikasi jarak jauh, penggunaan telegram, pager, hingga pada era modern ini kita sudah dapat mengenal yang namanya Handphone, Ipad, Komputer, Laptop, dan lainnya, serta tidak ketinggalan juga yang namanya Internet. Semua perkembangan teknologi tersebut, khususnya Internet, tentu amat sangat membantu kita dalam melakukan komunikasi jarak jauh serta mendapatkan berbagai macam informasi yang up-to-date tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu.

(more…)

Lagi-lagi tentang Guru Matematika . . .

Tulisan ini dibuat sebagai komentar balasan kepada Ibu Filia Dina Anggaraeni yang telah memberikan komentar pada tulisanku yang sebelumnya yang berjudul “Guru Matematika. Cukupkah Menguasai Kemampuan Berhitung saja?“. Sebelum dan sesudah, aku ucapkan terima kasih kepada Ibu Dina atas komentar singkatnya tersebut.

(more…)